Tuesday, October 9, 2012

Posted by Farhan Hamzah On 10/09/2012 01:07:00 PM
    

     A. Budaya Hidup Sehat


 Tubuh manusia terdiri dari kurang lebih 100 triliun sel, setiap sel tersusun atas 46kromosom. Di dalam satu kromosom terdapat benang-benang DNA dan di dalam setiap benang DNA terdapat 1 miliar kode. Luarbiasanya apabila DNA manusia seduniadikumpulkan, besarnya hanya 1 biji beras. DNA (the molecule of life) berfungsi sebagai program tubuh, layaknya softwarekomputer. 

Jadi kerja tubuh kita sangat tergantung dari DNA. Dari hasil penelitianterkini, ternyata makanan yang kita konsumsi mempengaruhi secara langsung hasil program tubuh di dalam DNA kita.Makanan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang. 

Konsumsikarbohidrat dan lemak berlebihan, minim serat dan air menjadi salah satu penyebabtingginya angka penyakit degeneratif seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, gagalginjal, kanker dll. Tumpukan toksin di tubuh memperburuk keadaan. Setiap tahun penderitanya semakin bertambah mengkhawatirkan. 

"Sesungguhnya penyakit hanya sebuah nama, semua itu diawali dengan kerusakan sel"Sel memerlukan nutrisi yang cukup dan tepat untuk regenerasi. Konsumsi protein,sayuran dan buah yang kaya vitamin bisa membuat regenerasi sel berjalan optimal.Bila tidak, akan ada banyak sel yang rusak dan menganggu metabolisme tubuh.Memiliki tubuh sehat adalah sebuah pilihan. Memelihara kesehatan dengan menjagakeseimbangan pola makan, pola hidup, pola pikir, pola spiritual, yang bisa dilakukanoleh siapapun, bila mengenali dan memahami cara kerja tubuhnya sendiri.

 Sangat tidak mudah menjaga komitmen untuk disiplin menerapkan gaya hidup sehatkarena godaan nafsu yang luarbiasa. Wisata kuliner yang memanjakan lidah adadimana-mana. Perlu dukungan keluarga, sahabat, komunitas sosial yang positif untuk mempertahankannya, dengan cara-cara yang sebenarnya cukup sederhana, murah,mudah. Makan karbohidrat dan lemak secukupnya, konsumsi air putih berkualitassecukupnya, perbanyak sayur dan buah, olahraga, kelola stress dengan lebihmendekatkan diri pada Allah swt, bergaul dengan lingkungan sosial yang positif, penuhsemangat.

 Segalanya mungkin terjadi bila kita bisa memulainya dari diri sendiri dengan disiplin.Mari budayakan gaya hidup sehat dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan untuk membangun Indonesia sehat

   B. Kebakaran Hutan

      Kebakaran hutan merupakan bahaya yang menimbulkan kerugian material, nyawa dan luka-luka. Hawa panas yang luar biasa, asap tebal yang mencekik, mampu membuat panik, disorientasi, ketakutan terhadap manusia atau binatang yang berada di jalur api.
Yang jarang diwaspadai adalah ilustrasi musik yang menyertai kebakaran. Dari gabungan letupan benda ditingkahi raungan mesin jet. Beberapa korban yang selamat dari sergapan api kadang dihantui ketakutan yang mencekam sehingga membutuhkan perawatan psikologi.
Kita mengenal kebakaran hutan atas dua bagian yaitu kebakaran alang-alang atau semak dan kebakaran hutan atau pepohonan. Kebakaran semak atau alang-alang umumnya tidak terlalu hebat, namun kecepatannya cukup “nggegirisi” karena mampu berpindah tempat dengan kecepatan 25 km/jam sehingga dalam waktu singkat mampu penyergap korban seperti manusia, hewan dan benda-benda lainnya.

Sementara itu kebakaran hutan umumnya berjalan lebih lambat yaitu 3 km/jam dengan lidah api setinggi 20m.
Faktor penyebabnya adalah fenomena alam seperti disambar petir atau terjadinya ledakan secara spontan. Lumbung pangan peternak sapi di Australia sering terancam kebakaran ketika gulungan jerami kering makanan ternak, akibat panas yang ditimbulkan saat proses fermentasi pada titik tertentu menimbulkan ledakan kecil.
Sayangnya penyebab terbesar adakah ulah manusia seperti puntung rokok, mesin-mesin yang menimbulkan panas, atau sengaja dibakar seperti yang saat ini terjadi di San Diego California yang mampu menghanguskan areal seluas 800 hektar.
“Bahan Bakar penyebab Kebakaran” – umumnya tumpukan sampah dari daun-daun kering, ranting akan bertindak sebagai bahan bakar bilamana api datang. Beberapa pohon seperti kayu-putih, pinus memang batang dan daunnya mengandung sudah mengandung minyak sehingga saat musim kemarau, minyak ini akan menguap dan mudah sekali terbakar.

Bahaya yang ditimbulkan oleh kebakaran terhadap manusia adalah:
Radiasi panas akibat lidah api yang menyebabkan kematian terhadap manusia ataupun binatang. Kita bicara inti api yang mampu menghasilan panas 1100 derajat Celcius. Tak heran logampun bisa leleh karenanya.
Dehidrasi akibat pengeluaran keringat yang berlebihan tanpa disadari menyebabkan seseorang jatuh pingsan.
Tercekik akibat menghirup asap, uap panas.
Pakaian saat memerangi kebakaran:
Saat kebakaran terjadi jika anda masih punya waktu, pastikan anda mengenakan celana panjang, baju lengan panjang yang terbuat dari bahan katun atau wool. Sebab selain baik untuk menahan panas juga bersifat lambat terbakar bila dibandingkan bahan buatan pabrik. Jangan pakai celana pendek, kaos kutang, bersandal seperti yang sering kita lihat kalau warga bergotong royong melawan kebakaran semak.
Pakailah sepatu boot dari kulit dengan kaos kaki katun. Jangan menggunakan sepatu karet apalagi sandal jepit.
Sebisanya memakai Google (kacamata mirip kacamata renang) atau kacamata pelindung lainnya, bebatkanb handuk tebal yang telah dibasahi sekitar leher anda atau bila diperlukan untuk menutup hidung. Lindungi kepala anda dengan helm.
Api yang kecil dapat dipadamkan dengan tongkat yang ujungnya diberi kain pel yang dibasahi.
   Dampak Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan yang cukup besar seperti yang terjadi pada tahun 1997/98 menimbulkan dampak yang sangat luas disamping kerugian material kayu, non kayu dan hewan. Dampak negatif yang sampai menjadi isu global adalah asap dari hasil pembakaran yang telah melintasi batas negara. Sisa pembakaran selain menimbulkan kabut juga mencemari udara dan meningkatkan gas rumah kaca.
Asap tebal dari kebakaran hutan berdampak negatif karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat terutama gangguan saluran pernapasan. Selain itu asap tebal juga mengganggu transportasi khususnya tranportasi udara disamping transportasi darat, sungai, danau, dan laut. Pada saat kebakaran hutan yang cukup besar banyak kasus penerbangan terpaksa ditunda atau dibatalkan. Sementara pada transportasi darat, sungai, danau dan laut terjadi beberapa kasus tabrakan atau kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa dan harta benda.
Kerugian karena terganggunya kesehatan masyarakat, penundaan atau pembatalan penerbangan, dan kecelakaan transportasi  di darat, dan di air memang tidak bisa diperhitungkan secara tepat, tetapi dapat dipastikan cukup besar membebani masyarakat dan pelaku bisnis. Dampak kebakaran hutan Indonesia berupa asap tersebut telah melintasi batas negara terutama Singapura, Brunai Darussalam,  Malaysia dan Thailand.
Dampak lainnya adalah kerusakan hutan setelah terjadi kebakaran dan hilangnya margasatwa. Hutan yang terbakar berat akan sulit dipulihkan, karena struktur tanahnya mengalami kerusakan. Hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan lahan terbuka, sehingga mudah tererosi, dan tidak dapat lagi menahan banjir. Karena itu setelah hutan terbakar, sering muncul bencana banjir pada musim hujan di berbagai daerah yang hutannya terbakar. Kerugian akibat banjir tersebut juga sulit diperhitungkan.
Analisis dampak kebakaran hutan masih dalam tahap pengembangan awal, pengetahuan tentang  ekosistem yang rumit belum berkembang dengan baik dan informasi berupa ambang kritis perubahan ekologis berkaitan dengan kebakaran sangat terbatas, sehingga dampak kebakaran hutan sulit diperhitungkan secara tepat. Meskipun demikian, berdasarkan perhitungan kasar yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa kebakaran hutan menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat sekitarnya, bahkan dampak tersebut sampai ke negara tetangga.

    C.    Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan

Sejak kebakaran hutan yang cukup besar yang terjadi pada tahun 1982/83 yang kemudian diikuti rentetan kebakaran hutan beberapa tahun berikutnya, sebenarnya telah dilaksanakan beberapa langkah, baik bersifat antisipatif (pencegahan) maupun penanggulangannya.
1.      Upaya  Pencegahan
Upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dilakukan antara lain (Soemarsono, 1997):
a.       Memantapkan kelembagaan dengan membentuk dengan membentuk Sub Direktorat Kebakaran Hutan dan Lembaga non struktural berupa Pusdalkarhutnas, Pusdalkarhutda dan Satlak serta Brigade-brigade pemadam kebakaran hutan di masing-masing HPH dan HTI;
b.      Melengkapi perangkat lunak berupa pedoman dan petunjuk teknis pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan;
c.       Melengkapi perangkat keras  berupa peralatan pencegah dan pemadam kebakaran hutan;
d.      Melakukan pelatihan pengendalian kebakaran hutan bagi aparat pemerintah, tenaga BUMN dan perusahaan kehutanan serta masyarakat sekitar hutan;
e.       Kampanye dan penyuluhan melalui berbagai Apel Siaga pengendalian kebakaran hutan;
f.       Pemberian pembekalan kepada pengusaha (HPH, HTI, perkebunan dan Transmigrasi), Kanwil Dephut, dan jajaran Pemda oleh Menteri Kehutanan dan Menteri Negara Lingkungan Hidup;
g.      Dalam setiap persetujuan pelepasan kawasan hutan bagi pembangunan non kehutanan, selalu disyaratkan pembukaan hutan tanpa bakar.
2.      Upaya Penanggulangan
Disamping melakukan pencegahan, pemerintah juga nelakukan penanggulangan melalui berbagai kegiatan antara lain (Soemarsono, 1997):
a.       Memberdayakan posko-posko kebakaran hutan di semua tingkat, serta melakukan pembinaan mengenai hal-hal yang harus dilakukan selama siaga I dan II.
b.      Mobilitas semua sumberdaya (manusia, peralatan & dana) di semua tingkatan, baik di jajaran Departemen Kehutanan maupun instansi lainnya, maupun perusahaan-perusahaan.
c.       Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat pusat melalui PUSDALKARHUTNAS dan di tingkat daerah melalui PUSDALKARHUTDA Tk I dan SATLAK kebakaran hutan dan lahan.
d.      Meminta bantuan luar negeri untuk memadamkan kebakaran antara lain: pasukan BOMBA dari Malaysia untuk kebakaran di Riau, Jambi, Sumsel dan Kalbar; Bantuan pesawat AT 130 dari Australia dan Herkulis dari USA untuk kebakaran di Lampung; Bantuan masker, obat-obatan dan sebagainya dari negara-negara Asean, Korea Selatan, Cina dan lain-lain.

  D.Bencana Alam

    Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia.Peristiwa alam dapat berupa :
  • banjir 
  • letusan gunung berapi 
  • gempa bumi 
  • tsunami
  • tanah longsor
  •  badai salju
  •  kekeringan
  •  hujan es
  •  gelombang panas
  •  hurikan
  •  badai tropis
  •  taifun
  •  tornado
  •  kebakaran liar dan
  •  wabah penyakit.
Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami. Contohnya adalah kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam.Dua jenis bencana alam yang diakibatkan dari luar angkasa jarang mempengaruhi manusia, seperti asteroid dan badai matahari.
Reaksi:

0 komentar: