Peti-peti ini sekilas terlihat seperti batu nisan semata, bentuknya kecil dan tak terbayangkan bagaimana posisi seorang jenazah bisa dimakamkan di dalam peti tersebut.
Leluhur Minahasa terkenal memiliki cara yang sangat unik untuk menguburkan jenazah. Awal mulanya mereka menggunakan daun woka untuk membungkus mayat sebelum dikubur di dalam tanah, kemudian kebiasaan dibungkus daun ini berubah dengan mengganti wadah rongga pohon kayu atau nibung. Mayat dimasukan ke dalam rongga pohon lalu ditanam dalam tanah.



