Showing posts with label Tradisi. Show all posts
Showing posts with label Tradisi. Show all posts

Saturday, September 7, 2013

Posted by Dead Skull On 9/07/2013 03:39:00 PM

Peti-peti ini sekilas terlihat seperti batu nisan semata, bentuknya kecil dan tak terbayangkan bagaimana posisi seorang jenazah bisa dimakamkan di dalam peti tersebut.

Leluhur Minahasa terkenal memiliki cara yang sangat unik untuk menguburkan jenazah. Awal mulanya mereka menggunakan daun woka untuk membungkus mayat sebelum dikubur di dalam tanah, kemudian kebiasaan dibungkus daun ini berubah dengan mengganti wadah rongga pohon kayu atau nibung. Mayat dimasukan ke dalam rongga pohon lalu ditanam dalam tanah. 
Posted by Dead Skull On 9/07/2013 03:26:00 PM

Djarum Apresiasi Budaya persembahkan Opera Jawa: Selendang Merah hasil garapan Garin Nugroho. Pertunjukan ini akan digelar di dua kota, di Teater Jakarta pada 13-14 April 2013 dan Institut Seni Indonesia (ISI), Solo, pada 7 April 2013.

"Selendang Merah" merupakan rangkaian terakhir dari trilogi Opera Jawa yang pernah digagas Garin Nugroho, kedua judul yang mendahului yakni "Iron Bed" (2008) dan "Tusuk Konde" (2010), begitu pun dengan "Selendang Merah", kedua judul diambil dari kekhasan benda budaya Jawa.
Posted by Dead Skull On 9/07/2013 03:18:00 PM

Rakyat Sleman, Yogyakarta punya waktu tersendiri untuk membersihkan desa. Kegiatan bersih-bersih tersebut dirangkai ke dalam sebuah upacara adat Mbah Bergas, bersih desa dilakukan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah.

Mbah Bergas merupakan pengikut setia Sunan Kalijaga yang bertugas menyebarkan agama islam di wilayah Desa Margoagung, Seyegan, Sleman. Beliau juga dikenal sering membawa kesembuhan bagi masyarakat yang tertimpa penyakit, bahkan ia mendirikan sebuah Dusun Ngino di Margoagung yang membuatnya begitu terkenal di wilayah itu. 
Posted by Dead Skull On 9/07/2013 03:13:00 PM


Makan Bajamba berasal dari akar budaya Minangkabau yang secara turun temurun masih dilaksanakan hingga saat ini. Merupakan sebuah ritual budaya makan bersama yang diadakan dalam lingkup keluarga dekat, dalam hal ini adanya pertalian darah.

Namun demikian, tidak jarang dilakukan dalam lingkup yang lebih luas, seperti persaudaraan satu suku kendati tidak ada hubungan darah (suku dalam adat Minangkabau hampir sama dengan marga dalam adat Batak). Kekeluargaan dan gotong royong sudah terasa pada tahap pertama dalam proses mempersiapkan makanan, karena memasak dilakukan bersama-sama.